Rahasia Mengetahui Kebohongan Orang Lain

Bohong atau ngibul, suatu hal yg pasti semua teman2 pernah mengalaminya. Mau itu berbohong atau yang dibohongi. Biasanya seseorang yang berbohong pasti punya alasan tertentu untuk melakukannya seperti menutupi kesalahannya, tidak menyukai org yg dibohongi, atau ada hal tertentu yg tidak boleh diberitahu org lain.
Seringkali berbohong mengakibatkan rusaknya hubungan kita dengan org lain. Biasanya rusaknya hubungan terjadi setelah kebohongan kita terbongkar. Pastinya teman2 ingin menghindari hal tersebut bukan?

Kali ini aku akan membagikan trik atau cara untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong atau tidak. Ingat, tujuanku disini bukan untuk merusak hubungan teman2 tapi ini cuma salah satu cara untuk mengenal org lain lebih dalam dan semua yg dibagi disini berdasarkan pengalaman penulis. 

jadi sebelum membahas bagaimana cara mengetahui seseorang berbohong atau tidak, kita harus mengenal org tersebut dari cara dia berkomunikasi dengan kita. 

Dalam ilmu komunikasi (mungkin teman2 sudah ada yg tau) ada sebuah teori yg bernama teori johari window. Jadi teori ini menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada 4 self atau 4 bagian diri seperti sebuah jendela, lebih lengkap tanya om Google hehe

Jadi apa maksud dari teori ini dengan mengetahui seseorang berbohong atau tidak? Oke sekarang aku akan menjelaskan bagaimana bagian jendela diri dalam teori johari window dengan perilaku berbohong seseorang. 

Jendela pertama, bagian diri yang terbuka. Bagian ini berisi informasi tentang diri seseorang seperti perilaku, perasaan, sifat, keinginan. Bagian ini dapat dilihat oleh diri kita sendiri dan org lain. Dalam diri kita ada hal yg membuat kita secara terang2an memberikan informasi tentang siapa kita kepada org lain. ”Org yg suka warna merah tentu lebih suka memakai baju warna merah”

Mungkin dari org2 yg teman2 kenal pasti ada yg suka berbohong didepan teman2. Jadi contohnya begini aku punya teman A, saat ini aku dan A sedang pergi kesuatu tempat. Dan tiba2 saja seorang teman kami, B menelpon A untuk meminta bantuan A. Tapi dengan santainya A membohongi B ‘didepanku’ bahwa dia tidak bisa membantu B karna sedang pergi keluar kota bersama orgtuanya. Setelah telpon itu, A pun menceritakan padaku sebenarnya A tidak menyukai B sehingga ia malas berhubungan dengan B. 

Dari situ bisa kita lihat bahwa A org yg berbohong dan menunjukan bahwa ia membohongi B. Org yg seperti ini sebenarnya adalah salah satu org yg teman2 harus waspadai. Kenapa? Karna org yg terang2an membohongi org lain didepan temannya sendiri, suatu saat jika ia sedang ada masalah dengan temannya,  ia takkan ragu2 membohongi temannya sepertinya ia lakukan sebelumnya.

Sebenarnya alur berbalik seperti ini tidak saja berlaku saat seseorg yg berbohong tapi juga saat seseorg menjelek2kan org lain yg biasa kita sebut mengunjing. Jadi org yg suka mengunjing ini juga seseorg bermuka 2 didepan lain yaa dibelakang lain lg. Saat dia tak menyukai seseorg, dia akan menceritakan kejelekan org lain kepada temannya juga sebaliknya jika ia mulai tak menyukai temannya ia pun menjelek2kan temannya didepan org lain. 

*mungkin teman2 pernah berada disituasi seperti diatas, jika belum jgn berharap mengalaminya tapi ingat tidak semua alur berbalik akan berulang lagi, org yg pernah berbohong dan mengunjing org lain didepan temannya tidak selamanya berbohong dan mengunjing temannya lg apabila mereka juga punya alasan baik dan masuk akal, bukan hanya untuk kesenangan dan candaan. Masalahnya betapa sering tidaknya ia berbohong maka lebih besar kemungkinan alur berbalik kebohongan juga akan terjadi. Klo sekali atau dua kali berbohong mungkin biasa, tapi jika sudah berkali2 harap teman2 waspada. 

Jadi jika teman2 menemukan org seperti ini mulailah berpikir 2 kali sebelum mencerna apa dia katakan dan bagi teman2 yg sering berbohong coba berpikir 2 kali sebelum berbohong, apa kita akan melakukannya lg atau tidak. 

Oke kembali lagi ke teori jendela yg pertama tadi, jadi dari perilaku seseorg yg seringnya memperlihatkan perilaku2nya maka kita dapat tahu bagaimana perilaku org itu sebenarnya, bagian ini pun disebut juga sesuatu yg kita lihat di dalam diri kita, juga dapat dilihat org lain.

Next jendela kedua. Jika jendela pertama merupakan bagian yg kita lihat di diri kita juga dapat dilihat org lain, maka jendela kedua berbeda, bagian ini dapat kita lihat tapi tidak dapat dilihat org lain. 

Bagian ini berisi informasi perilaku, sifat, atau perasaan saat kita sedang sendiri seperti iri hati, suka ngupil, malas, dll pokoknya semua kegiatan yg hanya kita lakukan saat kita sendiri. Tapi bagian ini hanya berlaku bagi mereka yg sadar apa yg mereka sedang alami atau lakukan dan mereka dapat menutupinya dengan sempurna didepan org yg sedang berhubungan dengan dia. 

Bagian ini biasanya sangat besar porsinya pada seorang psikopat. Dalam berbohong mereka memang ahlinya, mereka dapat berbohong tanpa menunjukan sesuatu yg mencurigakan. Bagi kita org biasa mungkin akan susah membedakan seorg psikopat berbohong atau tidak. Tapi bukan berarti tidak ada kemungkinan kita dapat mengetahui kebohongannya ketika dia mulai lengah dengan pertahanannya. 

Oke langsung saja ke jendela ke 3, bagian ini berisi informasi diri kita yg dapat org lain lihat tetapi tidak dapat kita lihat dan bisa dibilang ini adalah titik buta seseorg. Berbeda dengan jendela ke 2 bagian yg begitu sempurna, jendela ke 3 ini merupakan kelemahan dan kekurangan diri kita yg tidak kita sadari tetapi bisa dilihat org lain. 

Jadi begini misalnya ketika seseorang gelisah, ia akan secara tak sadar mulai menggerak2kan kakinya dan disaat itu juga kita sadar bahwa org itu dalam keadaan sedang gelisah. Gerakan atau gestur2 tubuh seperti inilah yg merupakan informasi pada bagian jendela ke 3 ini. Pada jendela ke 2, org yg pintar berbohong pasti akan menutupi kebohongannya dengan sesempurna mungkin dengan tidak berperilaku yg mencurigakan. Tapi berbeda saat seseorg yg berbohong mulai bertingkah mencurigakan, lengah dan tidak bisa mempertahankan kebohongannya maka org seperti inilah yg dapat kita ketahui apakah dia berbohong atau tidak. 

Oke berikut ini perilaku seseorg yg harus teman2 amati jika teman2 pikir seseorg sedang berbohong. 

  1. Saat seseorg yg berbohong, dia akan lebih banyak berbicara dan menyampaikan alasan yg terkesan seperti dibuat2
  2. Omongan yg dia sampaikan pasti ada jeda, terbata2, diam sejenak sebelum ia melanjutkan omongannya lg karena saat itu ia sedang berpikir
  3. Susah menatap lawan bicaranya

Sebenarnya masih banyak yg harus diperhatikan seperti hidung yg kempas kempis ketika berbohong, kaki yg bergerak tak karuan seperti gelisah dll *banyak kok digoogle bisa teman2 cari hehe. Tapi untuk gestur2 tubuh seperti itu kita tidak dapat memastikan 100% mereka berbohong karena setiap org memiliki kebiasaan yg berbeda2 dan sangat susah kita amati jika seseorg sudah berencana untuk membohongi kita. 

Jadi untuk 3 tips yg aku bagikan keteman2an diatas itu dapat menjadi dasar pengamatan kita untuk mengetahui seseorang berbohong atau tidak. 

Aku akan membagikan 4 kategori pembohong

  1. Pembohong profesional (psikopat) 
  2. Pembohong berencana (org yg sering suka berbohong) 
  3. Pembohong amatiran (org yg jarang berbohong, sekali2) 
  4. Pembohong dadakan, terpaksa berbohong

Untuk nomor 3 dan 4 kita bisa mengamatinya dengan 3 tips yg aku berikan. Tapi untuk 1 dan 2, akan sedikit susah kita amati, karna org seperti itu akan begitu tenang saat berbohong.  

Ada satu trik yg bisa kita pakai untuk mengamati perilaku kebohongan org yg masuk kategori 1 dan 2 tersebut yaitu balik berbohong. Jadi begini misalnya saat ini aku sedang mencurigai A sedang membohongi ku, aku menelpon A meminta bantuannya tapi A bilang dia sedang berlibur dengan keluarganya di bukit. Kemudian aku pun mencoba untuk membohonginya dengan mengatakan saat ini dibukit sedang ada kebakaran. Jika A tidak berbohong dan benar2 ada disana A pasti akan menanyakan dimana kebakaran itu dan mencoba meyakinkan ku disana tidak ada kebakaran, dan bisa juga dengan cara kita mengatakan bahwa saat itu kita sedang ditempat yg sama dimana A berada dan ingin menemuinya.  Jika A menanyakan kita dimana dan juga ingin menemui kita,  kemungkinan besar bahwa saat itu A tidak berbohong. Tapi jika A kebingungan dan mengatakan hal2 atau alasan2 yg tidak jelas seperti tidak ingin menemui kita atau mempercayai kebakaran yg kita katakan tadi maka dapat kita pastikan ia berbohong. 

Oke sekian ilmu yg dapat aku bagikan keteman2, tapi semua hal ini tidak sepenuhnya dapat diterapkan karena situasi yg kita hadapi dapat berubah sewaktu2. Tapi sebelum hal itu terjadi, lebih baik kita mengenal dan mendekatkan hubungan kita dengan org yg kita sayangi dan mewaspadai org yg tidak menyukai kita. 

*semua hal diatas berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan beberapa ilmu dan informasi yg penulis dapat